Basilika Santo Paulus di luar tembok
Salah satu dari tiga basilika kepausan yang besar di wilayah Roma, terletak di luar pusat bersejarah, namun tetap merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Roma.
Awalnya merupakan gereja Romawi, pembangunannya dimulai pada abad ke-4, namun baru selesai pada tahun 1823 dengan gaya Barok.
Lihat 10 hotel terbaik di Roma
Basilika Santo Paulus di luar tembok berdiri di tempat yang menurut tradisi dikatakan sebagai tempat Rasul Paulus dimakamkan. Nama "di luar tembok" menunjukkan bahwa bangunan ini terletak di luar pusat bersejarah - dan itulah yang memberikan atmosfer yang benar-benar berbeda.
Baca juga:
- 👉 Roma tanpa keramaian: ke mana harus pergi
- 👉 Apa yang bisa dilihat di Roma secara gratis
- 👉 Kiat saya untuk hotel di Roma
Mengapa mengunjungi Basilika?
Dengan panjang 131 meter, lebar 65 meter dan tinggi 30 meter, Basilika Santo Petrus merupakan gereja terbesar di Roma setelah Santo Petrus di Vatikan.
Portal pintu masuk yang indah di taman dengan pohon-pohon palem
Meskipun Basilika ini tidak terlalu mencolok dari jalan utama dekat metro, portal pintu masuk utama adalah pemandangan yang indah dari sisi lain.
Tersembunyi di sebuah taman yang dikelilingi oleh arkade monumental dan pohon-pohon palem.
Interior yang monumental (alasan utama untuk berkunjung)
Begitu Anda masuk ke dalam, Anda akan langsung mengerti mengapa tempat ini menjadi salah satu dari empat basilika kepausan utama.
- Ruang besar dengan puluhan kolom
- mosaik emas di dalam apse
- medali semua paus di sekeliling dinding
- langit-langit peti mati berlapis emas yang indah
Seluruh tempat ini terlihat sangat simetris dan "bersih" - tidak seperti basilika yang penuh sesak di Vatikan.
Makam Santo Paulus
Di bawah altar utama adalah tempat di mana menurut tradisi, Rasul Paulus dimakamkan.
- Dapat diakses langsung dari ruang depan
- jauh lebih tenang daripada situs serupa di pusat kota
- suasana spiritual yang kuat bahkan untuk orang yang tidak percaya
Pelataran surga biara (chiostro)
Salah satu bagian terindah dari keseluruhan kompleks - dan pada saat yang sama sering diabaikan.
- Kolom-kolom yang dihias dengan indah
- Taman yang tenang di tengah
- Sebuah galeri kecil
- tempat yang sempurna untuk istirahat sejenak
Biayanya 3 euro untuk masuk, tapi itu sepadan.
Informasi praktis
Ini berguna untuk diketahui sebelum Anda berkunjung.
Tiket masuk dan jam buka
- Pintu masuk ke basilika: gratis
- biara (chiostro): 3 euro (pembayaran hanya dapat dilakukan dengan kartu di mesin)
- buka setiap hari pukul 7:00-18:30
Pintu masuk utama bukan dari jalan di mana stasiun metro berada, tetapi dari sisi yang berlawanan.
Biara ini hanya dapat diakses dari Viale di San Paolo - lihat peta untuk lokasi yang tepat.
Toilet, air, fasilitas
- toilet: tersedia di lokasi secara gratis
- toko suvenir di dalam biara
- ada kantin di lokasi dengan makanan panas dan dingin, tetapi ini bukan pengalaman gastronomi terbaik
Cara menuju ke sana
- Metro jalur B (jalur biru) - Stasiun Basilika San Paolo
- dari metro sekitar 5 menit berjalan kaki
- dari pusat kota sekitar 15 menit
- 👉 Kiat saya untuk transportasi umum di Roma
Transportasi umum di Roma sangat mudah - bahkan lebih mudah dibandingkan ke beberapa tempat wisata di pusat kota.
Metro B langsung menuju ke stasiun kereta utama Termini atau ke Colosseum/Forum Romano.
Temukan hotel dekat stasiun metro
Ringkasan
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok adalah pilihan yang tepat jika Anda ingin menikmati basilika Romawi yang spektakuler tanpa kerumunan dan keramaian.
Ini bukan tempat yang "harus" Anda kunjungi pada kunjungan pertama Anda. Namun jika Anda meluangkan waktu untuk melihatnya, mungkin akan lebih mengejutkan Anda daripada monumen-monumen terkenal lainnya.
Apa yang bisa dilihat di sekitar
Temukan semua tempat yang dapat dikunjungi di Roma.
Ada pertanyaan lagi?
Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel ini...